Minggu, 20 April 2014

NANO-NANO MASA SEKOLAH GUE part 2

setelah kejadian bola takraw dibelakang sekolah kemarin. kali ini gak ada yang mengingat kembali kejadian itu. tejo sepertinya biasa-biasa aja dan begitupun gue and the genk. sebentar lagi adalah kenaikan menuju kelas dua. seperti biasanya selalu mengadakan pengarahan oleh pak shobron di lapangan sekolah. setelah pak shobron ada pak juhendri kepala sekolah kami yang baru. 

pak juhendri baru satu bulan ini dinobatkan sebagai kepala sekolah disini. menggantikan pak hons yang sudah pindah ke tempat lain. sebelumnya pak juhendri adalah guru matematika . seperti yang ada dibenak semua orang kebanyakan guru mtk adalah sosok yang memiliki kadar emosi melebihi rata-rata, emang terbukti pagi ini kepada gue. dan juga udah dibuktikan sebelumnya dikelas gue , penggaris panjang sudah diganti untuk ketiga kalinya. ini semua gara-gara kami yang bukan karena bodoh. tapi sedikit nakal, sehingga penggaris panjang itu menyapa pinggul anak-anak laki-laki yang kerjaannya bolos dan merokok di belakang ketika jam istirahat. pak juhendri seperti punya indra keenam untuk mengetahui siapa saja yang berulah. padahal dia sendiri sewaktu mengajar kami sambil menghisap sampoerna mild. memang benar-benar tidak adil ini menurut murid laki-laki. 

hari ini gak tahu entah tadi malam gue lupa baca doa sebelum tidur, sehingga mimpi buruk gue menjadi kenyataan hari ini. padahal gue udah mandi, sikat gigi, parfuman, makan, bawa perlengkapan dan pamitan sama ortu. pemirsa, hari ini adalah pengumuan ujian. ketika itu semua lagi pada serius mendengarkan pak juhendri .

" setiap kelas akan diberi nomor sesuai dengan nomor ujian kalian, jadi spagi ini kita akan membersihkan kelas . meja dan kursi disusun yang rapi lima kedepan lima kebelakang... jadi dalam satu kelas ada dua puluh lima orang................................. " seperti itulah yang gue dengar. tiba-tiba dibelakang gue ada yang ribut. gue ambil andil mendiamkan mereka sejenak.

" eh kira-kira... kita sekelas gak ya? kata hakiki kepada Rina
" mungkin iya mungkin enggak, , tapi kayaknya elu sekelas sala Helmi deh... " kata Rina
" ah percuma ,, gak bisa nyontek. diakan pelit"
" Siapa yang bilang gue pelit, gue kan cuma belajar untuk disiplin. dosa tau kalo memberi dan menerima contekan" timpal helmi membela diri
 " eh elu bertiga bisa diam gak sih, gue mau dengar pak juhendri ngomong nih. " gue menoleh kebelakang. 
" iya nih, gak tau si kiki bilang gue pelit. padahal tiap hari juga liat pe er gue" timpal helmi
" sudah-sudah, kalian gak usah di terusin. gue gak kedengaran nih suara bapak itu. mana tau ada yg penting"
" ok. siap boss!!!" mereka bertiga kompak

gue berdiri di depan. disebelah gue adalah si tejo yang kemarin bolanya gue lempar ke sumur. dia sepertinya terganggu gara-gara temen gue yang ribut , termasuk gue juga. sesekali melihat kearah kami dengan tatapan 
" diamlah !!" . gue senyum ke dia, eh kok gue jadi senyum. tapi sumpah malu banget gue, dia bukannya senyum tapi malah memasang eksperi yang menjengkelkan gue.

" eh, elu kok gitu sih. masih marah lu sama gue " gue nanya ke tejo.
" ............... " padangan lurus kedeppan dan diam saja . gue merasa dikacangin.
" gue gak marah sama lu, cuma yaaaah..... orang seperti kalian memang perlu dimaklumin.
" maksud loooooo ?" 
" .................." diam sambil nyengir menjengkelkan.
" woi , gue ngomong maksud lo apa "....
"..................." tetap diam tapi serius.

 semua suara terhenti. semua mata tertuju pada gue, termasuh pak juhendri yang benar-benar manis menatap gue. tapi sejenak berubah menjadi seperti mau nelan gue bulat-bulat. 

" hei - hei, kamu lisa kan? kamu bisa kedepan?." mati , mati, asli mati gue hari ini. gue berjalan sambil menunduk kedepan. satu, dua, tiga... gue cuma di diamin. tiba-tiba ada terasa tangan kasar mulai meraba telinga gue. dan memutarnya dengan tanpa ampun. gue di jewer !. dihadapan semua orang . semua kelas. semua.... ada pak shobron juga disana. dan ada kakak kelas gue yang gue sukai. 

" lain kali ulangi lagi ya!, kembali ke barisan !" hanya dua kalimat itu. tapi rasa malu gue sangat kecut hari ini. benar-benar memalukan. 
ketika kembali kebelakang si tejo senyum-senyum ke gue. asli gue benci banget sama dia. gue mendiamkan teman-teman gue yang ribut tadi. tapi gue sendiri....... ah, sudahlah. ini hari ape gue. lihatlah si tejo masih senyum-senyum disebelah gue. gue yakin dia merasa seperti udah menangin pertandingan seratus kali. asli gue benci hari ini. 



Mengenai Saya