Kamis, 21 Agustus 2014

Diari Masa Kecilku

hei,, apa kabar rabu pagi???....
bahagianya saat ini aku masih bisa menikmati sejuknya belaian angin pagi,, lembut menggigit serasa sampai ketulang. Pagi ini di awali dengan sepiring nasi,, dan segelas mineral water. Lumayan,, belum sempet masak karena dari pagi hingga tdi malam harus bolak - balik ksana kmari. baru bisa tenang di rumah sekitar pukul 22.oo , dua jam kemudian baru bisa Istirahat. dan jam 5 subuh hrus bangun lgi,, istrahatnya cma 4 jam . Tapi cukup lah, istirahat itu bukan dilihat dari waktunya, tetapi kadarnya.

Aq tinggal disini udah hampir satu tepat satu tahun. Tinggal menghitung hari yang kurang dari seratus hari. Tiga bulan dong,,!!! . Aq datang ke kota ini pun awalnya sendirian, gak ada siapa2. modal niat yang iklhlas untuk mencari ilmu lah yang membuat kita merasa kuat dan yakin dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Setelah beberapa minggu disini baru ada satu persatu teman se country yang tahu, yah itupun karena ayah dan ibu yang terlalu khawatir sama putri keduanya ini. Jadi, mereka sengaja cari orang dari same country untuk jadi temen aq disini, wlaupun sbnarnya aq emang btuh temen. Maklum masih kuper gitu. Tapi gak kuper amat lah. Cuma gak tau jalan aja kalo mau kemana-mana. :b

aku gak hbis pikir orang tua q sampai segitunya. Mungkin krna emang terlalu sayang kali ya sama anaknya. dari kecil aq lebih biasa bermain sendiri , krna emang wktu kecil gak ada siapa2 di rumah selain kami berdua. Aku dan ibu. Gak ada tetangga, maklum dulu kami tinggal di tengah kebun yang jauh dari pemukiman. Aq pun menjalani setengah dari masa kecilku disana, bermain sendiri, bicara sendiri, apapun sendiri. kadang ketika ibu nyabit rumput aku pun ikut karena aku tak mau terus tinggal sendirian di gubuk kecil yang berukuran 3x3 berdindingkan bambu itu. tapi saat itu aq rasa aku selalu bahagia, karena disana banyak tumbuhan yang bisa aq petik kapan aja untuk dijadikan bahan masakan mainan, yah seperti itu adanya.

Setiap satu bulan sekali kami biasanya baru pulang ke rumah kami sebenarnya di pemukiman penduduk. Yang bisa ditempuh dalam waktu 4 jam dari kebun. sebagai anak yang biasa tinggal di pedalaman aku pasti merasa berbeda jika di rumah di desa, karena disana begitu ramai. Banyak tetangga, dan aku pun tetap lebih menyukai keadaan yang lebih sunyi. Disana aku bisa melakukan apa saja tanpa banyak yang mengganggu mainanku dan bertanya ini itu padaku. aq hanya butuh satu teman, tidak lebih.
Yaitu fik, dia adalah anak yang sama sepertiku tinggal di tempat yang sunyi, terkadang aku bermain dengannya . Tetapi hanya sesekali saja, ketika ibunya menitipkan dia di tempat Kami. Setelah beberapa tahun lalu aku mendengar jika sahabat kecilku sudah pergi untuk selamanya, aku sangat sedih. Selamat jalan sahabat kecilku fik, kamu akan selalu ku kenang dalam hatiku. Semoga kamu mendapat tempat yang baik disyurga. Amin.

Setelah memasuki usia sekolah aku tidak ikut bersama ibu lagi di kebun. Aku di tinggalkan bersama ayah dan kakakku yang masih kelas satu smp. Suasana berbeda,, ketika begitu banyak teman dikelas baruku. Ah ku rasa tak enak sekali, harus ke sekolah setiap hari , tanpa ibu disini. Tak ada yang mencuci bajuku, yang memakaikan rok q, memasukkan buku2ku . Ibu hanya satu minggu menungguiku dirumah, sehabis itu aku di urus oleh kakak dan ayah. memang sesederhana itulah. Rambutku yang sebatas leher setiap pagi di olesi minyak kemiri oleh kakak, haduh... Gatel banget. Sekali2 di kasih pita kek atau bandana. Kakakku tak bisa mendandadiku seperti itu... Kadang aku tak di mandiin. Yah aku sih terima2 aja, yang penting aku gak di marah. setiap pagi kami sarapan bertiga , kakak sebagai koki kami. Walaupun masih kecil tapi kakakku pintar masak, tidak seperti aku yang menerima apa adanya saja diatas meja makan.

Setiap pagi ayah mengantar aku dengan honda astreanya yg berwarna merah. Tetapi sekarang sudah dijual. Sesampai disekolah aku hanya langsung duduk atau melihati teman2ku yang bermain sebelum bel berbunyi. Aku masih belum punya teman yang akrab. Dan aku pun terkadang selalu di olok2 atau dijahilin teman2ku itu, karena tak ada satupun yang membelaku. akibatnya aku lebih senang belajar karena saat itu tak ada yang menggangguku,


Bersambung...
Mau siap2 kuliah.

Mengenai Saya