Kamis, 21 Agustus 2014

MY FIRST GOAL


start,,
Pertengahan tahun 2012 aku lulus sma dan alhamdulillah juga lulus masuk ke perguruan tinggi terbaik di provinsi jambi ini melalui snmptn jalur tulis dengan pilihan kedua. Aku rasa saat itu cukup bahagia walaupun pilihan kedua di chemistry development, fkip unja. Pilihan pertamaku di kedokteran unja pun kandas. Semua yang ku bayangkan kandas. mulai dari memeriksa pasien,, melakukan operasi kecil, menulis resep dengan tulisan ala dokter , dan sebagainya terasa hilang begitu saja. Aku sadar, mungkin tuhan memilih takdirku di sini. Dan aku pun juga tidak tahu kalau ternyata nanti tujuan kuliahku adalah menjadi guru. Oh my god.... Aku baru tahu akhir-akhir ini.

Pikiranku pun acak-acakan dimulai dari hobiku melukis,menulis, dan berimajinasi itu, apakah mugnkin aku akan menjadi guru kimia?. tapi sesungguhnya aku sangat mencintai kimia, lebih dari bidang studi non religi manapun. Meskipun dengan isi kepala yang naik turun ini, aku masih mencintai kimia. Aku juga tidak tahi mengapa, yang jelas aku merasa nyaman jika mmbaca buku kimia, meski ujianku msih ttap dibwah standar. aku mrasa tidak apa-apa yg penting aku msih punya kesempatan untuk memperbaikinya.

"sudah ibu bilanng dulu... Kamu jangan milih itu,, itu sulit...", kata ibuku. Nah,,, kok jadi begini. Ibuku selalu begitu..... Menyesali, menyesali, dan menyesali. Aku berharap dia memberi motivasi, tapi begitulah adanya . Walaupun begitu aku tetap saja sering menangis mengurung diri dikamar karena sangking rindunya dengan ibu.

Pertama masuk kuliah rasanya berbeda banget dengan pertama kali masuk sma yang gak banyak ini itunya. Mulai dari pengenalan kehidupan kampus, daftr ulang, kontrak mata kuliah, dan semuanya memang berbeda. Ketemu teman2 baru, tempat tinggal baru dan suasana belajar baru.
Aku tidak kesulitan mendapatkan teman, karena emang aq langsung punya banyak teman. tapi diam-diam sebenarnya aku lebih menyukai kesunyian . rencana hidupku adalah, siang hariku untuk orang2 dilingkunganku, untuk berbagi dengan orang lain diluar rumah. Sedangkan dimalam hariku aku ingin sendiri mengurung diri tanpa siapapun menggangguku. memang begitulah yang aku inginkan, aku butuh sesuatu dalam kesunyian. disana ada ketenangan, waktu untuk beristirahat, belajar, menulis, dan apapun itu yang membutuhkan ketenangan. Sehingga siang hari biasanya aku memang jarang pulang kerumh.

aku menulis banyak cita2ku didalam sebuah buku. Aku mulai memasuki ukm2 dan kegiatan kemahasiswaan lainnya. awalnya aku sangat bersemangat. Kurasakan asiknya kehidupanku dengan kesibukan ini itu, hal baru. dan aku juga bersyukur karena aku msih menjaga nilai2 kuliahku yang pas dengan target tanpa ada selisih angka. Aku mengikuti seminar apapun yang tidak mengganggu kuliahku. Sehingga waktuku hanya untuk kampus, kampus, dan kampus.

Seiring waktu berlalu. Aku merasakan ada yang beda dengan diriku, aku tidak menemukan siapa aku yang sekarang ini. Aku mulai merasakan kejenuhan, ketidaknyamanan, ada pemberontakan kecil dalam dadaku yang semakin menguak. Pucaknya, aku merasa telah kehilangan diriku. Bukankah seharusnya yang ku lakukan adalah hal positi? ...... Terkadang aku sering berjalan menyusuri trotoar unja, aku berfikir aku tidak menemukan aku disini. Selama ini aku hanya menjadi orang lain, aku ingin menjadi seperti dia atau dia. Aku melakukan yang tidak kusukai meski terlihat aku menyukainya. Aku merasakan ada deskriminasi buat orang2 sepertiku. Aku tidak menyukai deskriminasi. Tidak !

Dua bulan terakhir ini aku lebih banyak melakukan petualangan sendiri, mulai dari jalan - jalan sendriri menikmati suasana jiwaku yang menyukai kesendirian. sesekali aku melakukan pemotretan ditempat2 yang kuanggap unik, indah, dan bagus untuk difoto. Menyusuri bangunan2 tua untuk dipotret, ke hutan pinggir kampus dan lainnya. Semua itu ku lakukan sendiri.... Aku ingin menikmati suasana jiwaku. Melakukan hal2 yang tidak membosankan, menghasilkan karya itu lebih baik dari pada harus menjadi orang lain.

Sebenarnya aku juga tidak menykai kesendirian, tapi ketenangan. Disana aku bisa menikmati suasana hatiku. hal ini sudah kulakukan sejak kecil,, tapi aku belum menyadarinya. Menjadi diri sendiri itu lebih menimbulkan ketenangan sendiri.

Mengenai Saya