Minggu, 24 Agustus 2014

Usia 20

Usia 20 adalah saat dimana kita sudah bukan remaja lagi. Saat-saat mulai memikirkan tentang apa yang sudah kita lakukan selama dua puluh tahun hidup dan apa yang akan kita lakukan untuk masa depan. Saat itu kau akan merasa bahwa semua keadaan mulai berubah. Kau bukan anak kecil lagi yang selalu merengek kepada orang tua, saat itu kau mulai menginginkan kehidupan yang mandiri dalam biduang apapun terutama finansial. Apa lagi yang menjadi  mahasiswa , jika kau saat ini sepenuhnya mendapatkan beasiswa pribadi dari ayah dan ibumu. Tentunya di usia 20 ini kau akan merasa betapa aku ingin hidup mandiri lepas dari tanggung jawab mereka bukan ?.  Itulah yang aku rasakan teman dan teman-temanku juga merasakan hal yang sama. Di usia ini kita menginginkan kehidupan selayaknya bagaimana untuk menjadi dewasa baik dalam mental maupun ekonomi.

Aku melihat kembali ke belakang. Apa saja yang telah ku lewatkan dalam usia yang bukan sebentar ini. Ternyata aku merasa seperti menghabiskan waktu begitu saja selama dua puluh tahun. Tidak banyak hal istimewa yang ku lakukan untuk membuat bangga orang tuaku. Bahkan rasanya aku telah menjadi beban terberat mereka selama dua puluh tahun ini. Terutama dalam ekonomi. Aku adalah anak kedua yang katanya sangat royal dalam menghamburkan uang. Kalimat itu sering ku dengar tapi baru kali ini aku menyadarinya. Entah mengapa aku menyadarinya di usia yang ke - 20 ini . Aku belum bisa memenuhi kebutuhanku sendiri. Itulah hal yang paling membuatku cemas. Tak mungkin selamanya aku bergantung kepada mereka. Mungkin dua atau tiga tahun lagi jatahku sudah tak ada lagi dalam rincian pengeluaran ayah dan ibu. Ya ampun tuhan, maafkan aku selama ini kurang produktif membangun hari-hari dalam dua puluh tahun hidupku. 

Itu hanya dari segi kehidupanku secara ekonomi. Berbeda lagi dengan segi sosialku. Di usia remajaku aku bersyukur karena tidak menghabiskan waktu hanya untuk pacaran . Sedikitnya aku termasuk yang rajin belajar, sehingga saat ini aku tidak terlalu menyesalinya. Setidaknya aku telah menghabiskan waktu yang bermanfaat sehingga aku bisa kuliah di jurusan yang memang aku impikan ini.


Ada berbagai hal yang aku alami. Sangat banyak… yang paling berkesan diantaranya mengahapi kelulusan sekolah dan berbagai ujian. Pengalaman terlambat sekolah dan kuliah sehingga dimarahi guru atau dosen. Berselisih dengan teman satu kostan hingga dia pindah dari kost itu. Susahnya move on dari cinta pertama. Mendapat nilai buruk. Di tolak dalam penerimaan beasiswa dan pekerjaan . Menangis hamper bunuh diri ( lebai ) karena di putusin pacar. Dan masih banyak lagi lainnya. Tapi yang paling aku cemaskan saat ini adalah segi finansialku yang belum ada ketemu  jalan keluarnya. Semoga dimudahkan amin.  Aku berharap aku bisa memperbaiki sejarah hidupku di usiaku selanjutnya. Amin. Yah itulah usia 20-an yang aku rasakan teman. Aku berharap kita semua menjadikan usia 20 ini sebagai usia dimana kita dapat berfikir sejenak apa yang telah kita lakukan dan apa yang kemudian kita inginkan. Terimakasih

Mengenai Saya