Rabu, 08 Oktober 2014

Diari-1

Hai semua ,,
Aku ingin cerita ,,

Si kodok sekarang sudah berubah guys . Bukan kodok yang dulu lagi, kodok yang bawel, yang nyebelin tapi baik hati, yang selalu ribut dan sok eksis sendiri. Entah darimana mulainya intinya sekarang aku dan kodok sudah tak seakrab dulu. Hanya tinggal si cacing yang masih sama seperti apa adanya dia yang dulu. Cacing yang masih baik, masih peduli, masih sering sms, masih samalah pokoknya. Inilah yang kutakutkan akhirnya terjadi juga pada waktunya . Seperti kata Raditya Dika , cinta bisa kadarluarsa seperti dalam film cinta brontosaurus. Yah, sepertinya emang benar. Bukan hanya dalam soal pacaran atau percintaan , tapi juga terjadi pada pertemanan atau persahabatan. Kurasakan persahabatan kami udah menunjukkan tanda-tanda kadarluarsa . Buktinya semua keadaan sudah tak sama seperti dulu. Seharusnya yang terjadi adalah walaubagaimanapun kita teman adalah teman . Sesibuk apapun dan sehebat apapun kita, sahabat adalah tempat kita berlari dikala suka maupun duka.
   
          Aku tak bisa berlari kepada sahabatku si kodok disaat apapun sekarang ini. Bukan karena keadaan , tapi kerenggangan yang ada membuatku enggan untuk mendekat . Seperti ada yang membentuk jarak antara kita. Awalnya aku kira dia lebih baik dari yang lainnya. Karena dia masuk kekehidupanku disaat aku memang menyukai kesendirianku. Disaat aku sedang sibuk didalam organisasi, disaat aku suka keluar, dia ada disaat aku pindah kost, disaat aku kelaparan karena keborosanku, disaat aku sakit mereka membantu ke dokter. Mengapa dia datang disaat aku membutuhkan teman . Seharusnya dia tidak perlu masuk ke kehidupanku jika akhirnya meninggalkanku. Bahkan beberapa bulan lalu dia dan cacing memberikan suprise dihari ulang tahunku , aku bahagia . Kebaikannya membuat silau mataku. Hingga aku merasa mungkin dia lebih baik dari yang lain.
  
          Kau tahu ? Aku memang tak pernah menginginkan untuk dekat dengan siapapun karena aku tak bisa melepaskan jika aku udah menyayangi mereka . aku memiliki penyakit yang parah yaitu susah lepas dari seseorang apabila udah dekat. Aku pernah dekat dengan seorang kekasih , tapi dia pergi meninggalkanku. Aku sangat sulit melupakannya bahkan aku merasa sebagian nyawaku ikut pergi bersamanya. Perlu waktu tujuh tahun untuk bisa kembali normal dan  melupakannya . Nah, sekarang aku bertemu denngan dua orang ini , aku merasa sepertinya aku kembali jatuh cinta tapi bukan sebagai pacar. Jatuh cinta dalam arti persahabatan.
     
       Aku tidak tahu apa yang terjadi. Dia yang berubah atau aku yang sudah tak nyambung lagi. Semua terasa hambar, nyaris tak berasa. Dia mungkin sudah sibuk dengan teman-teman barunya yang juga pernah menjadi teman dekatku. Seharusnya tak aku cerutakan masalahku  dengannya. Mungkin merka lebih cocok. Mereka sama-sama pintar. Mungkin lebih tepatnya begitu. Aku memang tak pintar namun juga tak terlalu bodoh. Tapi aku akan berteman dengan siapapun. Sekarang aku merasa enggan mempercayai siapapun. Nyatanya semua bisa saja hilang kapanpun .

            Saat ini aku hanya punya diriku sendiri sebagai teman sejatiku. Aku mungkin perlu waktu untuk bisa kembali melakukan semuanya dengan ceria seperti dulu meski sendiri. Beberapa minggu ini mungkin aku sedikit lelah, aku perlu waktu untuk mengatasi kesedihanku. Aku mungki bukan teman yang baik, egois, keras kepala, dan bla bla bla . yah tak perlu kuakui semua kejelekanku . Aku terlalu banyak mengalami kesedihan. Kehilangan kekasih, kehilangan sahabat, dilupakan keluargaku karena merka terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing , gagal mendapatkan pekerjaan paruh waktu disaat aku mau mati kelaparan , gagal mengikuti tes beasiswa . Entahlah mungkin ini hadiah untuk kehidupanku. Semoga aku bisa melewatinya dengan selamat . Saat ini aku mencoba berdamai dengan diriku sendiri , karena hanya kami yang mengerti . Aku berniat segera lulus strata 1 ku ini dan meninggalkan kota yang penuh dengan pengalaman . Mungkin dunia luar bisa memberikan kesejukan dan tantangan yang bisa membuatku lupa jika aku pernah mengalami berbagai kesedihan. Mungkin orang menganggapnya sepele. Tapi masih ada yang belum kusebutkan. Tunggulah saatnya aku akan menceritakan kepada kalian semua.

Mengenai Saya