Kamis, 09 Oktober 2014

diari-2


Hai semuanya apa kabar ?. Aku harap kalian sangat baik hari ini . Jangan tanyakan kabarku , karena hari ini aku seperti ingin bunuh diri , karena sangking buruknya kabarku . berawal dari pagi hari aku bangun tidur tidak terlalu siang, bahkan saat adzan shubuh berkumandang aku juga sudah bangun. Hari ini aku merapikan semua buku, mencuci piring, memilih baju untuk ke kampus, menyiapkan sarapan untuk aku dan adikku, memisahkan pakaian kotor, dan tak lupa aku mandi dan sikat gigi. Semuanya tak ada yang salah , aku membersihkan badan dengan handuk, bukan dengan lap meja, aku makan memakai  sendok bukan dengan serok sampah. Semua aktivitasku normal seperti biasa. Sebelum mandi aku sempatkan sedikit belajar dan mengingat kuni-kunci gitar. Yah aku belajar hari ini !
Tentu kalian akan bertanya apa masalahku ? . langung saja ku ceritakan karena ku tahu kalian semua bangsa-bangsa kepo terutama tentang erita pribadi seseorang yang lucu, kesal dan apalagi menegangkan. Hari ini seperti biasa kami kuliah kimia organik tiga dengan dosennya, semua erjalan dengan semestinya. Walau sedikit rumit materi hari ini.  Tapi semua akan dibaha lagi minggu-minggu selanjutnya tentang tereoisomer dan anak-anaknya. 
Pelajaran kedua yaitu mata kuliah yang aku suka, tapi aku katakan aku sering kurang beruntung dalam mata kuliah ini. Masalahnya ini adalah mata kuliah dengan dosen yang membutuhkan kesempurnaan konsep dalam segala sesuatunya. Jika salah konsep pertama maka selanjutnya habislah riwayatmu. Minggu kemarin kami melewati preentai dengan tidak gagal namun tidak berhail juga karena dia menyuruh kami memperbaiki makalah dan menambahkan peta konep di bagian akhir makalah kami. Dengan persiapan matang kami preentasi seperti layaknya orang yang presentasi. Tetapi disaat presentai nampaknya masih ada anggota kami yang masih belum mengerti apa yang dia jelaskan, akhirnya jadilah sebuah presentasi yang zig zag, alias ngambang. Hanya dengan salah tanda panah saja miskonsepsi sudah terjadi menurut bu Dosen. Itu kami akui memang benar dan untungnya bukan aku yang membuat power point, jadi aku tidak disalahkan. Tapi aku juga kurang teliti sehingga tidak membenarkan atau menyalahkan apa yang udah temanku buat itu. Bu Dosen yang super congkak dan teliti itu bisa saja dengan mudah langsung melihat terjadi kesalahan dalam konsep yang kami jelaskan.
Sebenarnya bukan itu inti permasalahannya. Hari ini dengan percaya diri mengajukan pertanyaan kepada kelompok yang maju . Aku bertanya ya karena aku butuh jawaban alias belum mengerti. Aku menanyakan tentang penjelasan kelompok si penyaji tentang arti penting studi pendahuluan dalam penelitian, nah si penyaji menjelaskan tentang salah satunya yaitu untuk menentukan objek penelitian yang tujuannya lagi katanya adalah menenukan dengan jelas tentang variabel penelitian. Nah yang aku tanyakan adalah variabel yang dimaksud dengan kelompok ini itu apa ?. si penyaji menjawab makudnya yaitu contohnya seperti melakukan penelitian tentang tindakan kelas atau strategi pembelajaran dan seagainya. Nah, menurut yang aku baca adalah variabel itu ada variabel terikat dan variabel bebas apakah yang dimaksud berbeda dengan it atau sama ?. eh kelompok si penyaji langsung diam saja. Berhubung I penyaji adalah ketua tingkat mata kuliah ini dan otomatis dekat dengan si dosen. Eh malah aku yang ditanya balik, “menurutmu apa arti dari variabel itu ?, coba ulangi lagi pertanyaan itu !. nah, saya tidak mengerti maksudmu. Apa ? kamu membacanya dibuku, itulah yang menjadi kesalahan. Inilah akibatnya bertanya tanpa ilmu pengetahuan”.
Apa salahku ? yah maksud aku ya begitu aku ingin mempertanyakan apa  yang dimaksud variabel disini iu berbeda dengan yang aku maksud ?. nah si ibu dosen langsung menjudge “itulah pertanyaan orang yang tanpa pengetahuan” . sakitnya itu disekujur tubuhku, aku bertanya seharusnya ibu itu meluruskan pertanyaanku bukan menjatuhkanku . dia saja yang tidak tahu aku membeli dan membaca buku itu hampir setiap mata kuliahnya, bahkan sudah beruang-ulang. Aku hanya ingin meminta kejelasan. Tetapi caraku menyampaikan yang kurang tepat. Dosen dengan congkaknya langsung menjudge aku sebagai orang yang memang seperti tidak pernah membaca. Lagi-lagi selalu ibu itu. Seharusnya yang menjelaskan didepan juga harus disalahkan jika aku disalahkan, karena dia menjelaskan degan kalimat baku yang sulit diteima akal pikiranku. Makanya aku mengajukan pertanyaan karena aku tidak jelas. Tetapi ibu memfokuskan masalah berada diatas jidadku, yaitu seperti orang yang tidak pernah membaca . aku merasa seperti menceburkan diriku kedalam sumur hari ini. Dengan mata yang tajam dan suara yang sedikit menekan membunuh rasa percaya diriku. Aku merasa malu,mentalku ciut,  rendah diri, takut, pesimis dan sedikit marah. Meski sedikit gelak tawa didalam kelas dengan kelucuan yang dia perbuat. Aku masih terdiam dengan sedikit cubitan panas yang diberika bu Yusnidar. Anehnya mengapa hari ini aku sangat bodoh ?. aku diam sepanjang mata kuliah masih berlangsung. Aku hanya sediki melihat dan terseyum jika ada yang perlu disenyumkan. Biar tak terlihat lukaku dengan jelas.
Aku berniat hari ini dapat melaksanakan kuliah dengan baik. Aku berdoa sebelum tidur dan setelah bangun serta sebelum pergi ke kampus untuk tidak apes hari ini. Tapi nyatanya hari ini yang terjadi adalah sebaliknya. Aku pulang dengan hati yang masih menyimpan ketidak terimaan atas perlakuan didalam kelas tadi. Munkin aku yang salah tidak menyusun kalimat dengan benar, lain kali aku akan merapikan kata perkata yang aku ucapkan. Sebenarnya ada niat besar didalam hatiku untuk tidak belajar lagi dalam mata kuliah ini. Tapi sepertinya bisikan itu tak perlu ku dengarkan.  Minggu depan entah minggu depan dan depannya lagi aku akan masih bertanya meski dalam kalimat bodoh ataupun kalimat yang baik aku masih akan tetap bertanya. Meski aku sudah ditikam dibagian dadaku , aku masih akan tetap berdiri oh belum ada yang memastikan aku aka mati atau tetap hidup . yang jelas aku melakukan apa yang aku mau, aku suka, dan aku butuh tikaman yang lebih banyak lagi hingga aku menjadi kebal atas tikaman itu dan mungkin saja bisa menikam kembali kepada yang menikamku.
 Ini bukan soal mental atau harga diri, tapi hasratku ingin merasakan lebih banyak kata-kata pedas dari dosenku yg super ingin segalanya sempurna itu . Sedikit ingin kuceritakan, aku sudah beberapa kali di permalukan dan dijatuhkan mentalku di depan umum. Mulai dari SMP aku sudah pernah dicubit didepan seluruh siswa diekolah itu. Sewaktu SMA aku sudah pernah menjadi pemateri  praktik seminar yang tak kusadari sepuluh pertanyaan dapat ku jawab dengan sempurna, tetapi akhirya seminarku gagal total karena ibu mengharapkan ada orang lain yang menentang atau menjawab pertanyaan selain aku. Aku juga pernah dibuat menangis karena ibu guru tidak mau menerima tugasku hanya karena telat beberapa detik saja, akhirnya aku ngotot ingin diterima. Akhirnya sampai pada perkataan “kamu tidak dengar ya ! saya bilang saya tidak terima tugasmu, kecuali kamu menuliskan kembali kedepan jawabanmu” . astaghfirullah, ternyata si ibu menyangka diriku mencontek. Akhirnya jawaban dituliskan benar, tetapi pada tugas yang aku buat tidak semua benar .

Selebihnya aku juga pernah dicurigai sedang smsan disaat aku sedang membaca artikel mengenai materi kuliah dan ini baru saja terjadi semester kemarin. Dan juga disaat ditanya aku pernah keceplosan mengatakan aku tidak pernah membaca apa yang ditanyakan. Dan kejadian itu semua adalah bagian dari kejadian yang pernah aku alami disaat menjalai masa belajar . entahlah terkadang aku sedikit pintar namun lebih banyak  bodohnya. Aku memang merendahkan diriku yang memang sudah rendah ini. Lebih banyaknya kebodohanku membuatku sedikit geram dengan diriku. Mengapa kami tak bisa lebih baik setiap hari. Cobalah lihat, si Tuti misalnya dia kuliah dengan lancar, tidak pernah ditegur, tidak pernah terlambat, tidak pernah dipermalukan, selalu mengerjakan tugas dengan selamat, dan intinya dia tidak pernah merasakan beban batin sepertiku. Dia hidup dengan damai, tentram ,punya pacar yang setia, belajar seperti biasa, tidak pernah kekurangan uang karena dia bisa mengatur pengeluarannya, dan intinya dia lebih baik dari padaku. Mengapa harus ada aku yang sering salah, dipermalukan, kelaparan , dan mendapati masalah . aku iri pada sahabatku itu. Aku sering terjatuh , tetapi dia selalu berjalan diatas jalan yang lurus. Itulah yang ingin ku katakan hari ini. Aku butuh mendinginkan badanku dengan minuman ber es. Selamat siang semua sampai ketemu diceritaku selanjutnya .

Mengenai Saya