Sabtu, 28 Februari 2015

ketika mimpi tak bersama dengan jalanku


itu adalah status facebooknya, lebih kurang aku baca seperti itu bunyinya... 
sebenarnya aku ingin peduli dan meneriakkan seribu kata semangat kepada dia. 
tapi itu sama sekali tak meungkin ..
melihat keberadaan kami seperti langit dan bumi... 
awalnya ia adalah mimpi terbesarku...
sesederhana itu aku hanya ingin menjemput kembali cintanya. 
tapi ketika semua itu kulakukan. sayangnya dia bersama orang lain.
memang tidak menyakitiku , tapi sungguh bisa menghentikan nafsu makanku seminggu. 
oh betapa sulitnya aku berjuang dengan ini semua.
antara mempertahankan kuliahku dan menenangkan hatiku yang berkecamuk api marah dan kecewa.
akhirnya lambat laun aku menyadari cintaku itu sebenarnya hanya ada padaku.
sudah saatnya aku mengakhiri perasaanku padanya.
sampai saat ini aku masih setia dengan sendiriku.
bahkan aku tak ingin seseorang mengobati lukaku sebelum aku sendiri menyembuhkannya.
ku coba melihat bintang dimalam hari ,,
cahayanya memberikanku semangat untuk menikmati malam yang dingin,,
dan akhirnya sampai aku menulis ini... 
harapanku hanya satu.
aku ingin berjalan hingga akhir dengan tetap bahagia dengan diriku .
ketika ada seseorang yang mengetuk pintu hatiku, aku tidak ingin ia mengobati lukaku.
karena aku akan menyembuhkannya terlebih dahulu.

Mengenai Saya