Rabu, 11 Maret 2015

diari : DI KALA PAGI

ku terbangun mendapati diri ini seperti berada dimedan perang...
dengan wajah kusut dan mata yang antara sembab, ngantuk dan ingin melek hari ini....
titik embun pagi ini seakan menyindirku
mengatakan betapa buruknya orang yang menyerah pada keadaan
betapa buruknya orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri
aku ingin marah kepada embun...
tapi pohon keladi pun mengatakan hal yang sama...
bahkan dia sangat iri mengapa aku bisa berjalan
sedangkan dia hanya berada disamping rumah..
bahkan teman-temannya lebih buruk, setiap hari didekat aliran air buangan...
mereka melirikku kejam....
tapi sekujurku masih merasa memar dan enggan menyentuh air...
malas melihat matahari bahkan jika ia tersenyum
beginikah rasanya ujian dan kesulitan...
tidakkah aku seharusnya bersyukur ...
apalah arti diri jika terus menerus mengeluh
berjalanlah,, jika tidak mampu menghadapi...
cukup bertahan disana,,
jika kekuatan sudah kembali...
genggamlah kembali mimpi itu....

Mengenai Saya