Senin, 23 Maret 2015

diari : mak, maafkan anakmu

entahlah apakah kalian sepertiku atau tidak. intinya aku ingin bilang kalo aku merasa aku anak yang agak banyak tingkah dan bikin orang tuaku jengkel.kenapa ?.... apakah kalian pernah dengar seseorang yang usianya dewasa tapi masih seperti anak-anak. ya aku akui itulah aku. sangat buruk sekali, dan aku tidak bisa mengatasi masalahku ini. aku pasti akan marah jika mereka cuek, atau gak peduli ( sebenarnya mereka selalu peduli cuma akunya yang kekanak-kanakan ).

dari kecil aku selalu tinggal sama ortu. tapi pas SD kelas satu sampai kelas tiga aku lebih sering pisah sama ibu. itu adalah saat terberat dalam hidupku ( sebenarnya masih banyak yang lebih berat cuma akunya aja yang merasa berat saat itu ). kalian bayangin aku belum bisa masak , nyuci, apalagi tingga sendiri. tapi aku gak sendiri kok ada ayah (  aku panggil bak) dan kakakku ( aku panggil ayuk ). ibuku berada ditempat yang jauh dari kami karena sesuatu. saat itu aku yang biasanya selalu sama ibu merasa gundah dikala adzan magrib tiba. karena saat itu aku selalu ingat ibu.

biasanya aku sering nangis sendiri dalam selimut sambil ngomong "maaaaak.... huaaaa.... maaaak". setelah itu biasanya aku langsung tidur dan paginya langsung sekolah. setelah kelas 4 SD ibuku udah menetap dirumah. yeeee... senangnya aku !. selama setahun aku merasa jadi anak paling bahagia didunia. tapi itu cuma berlangsung satu tahun. karena pas aku kelas lima , ibuku ternyata ada adik  bayi dalam perutnya. ida jadi sensitif dan sering marah. mungkin karena bawaan bayi. aku sering main diluar karena enggak enak dirumah. jadilah aku tiap hari anak yang keluyuran , tapi tetap rajin sekolah dan mengaji di madrasah.

akibat aku sering main aku menjadi kurus dan jarang makan. ya iyalah karena pas pulang sekolah langsung main. ibu cuek-cuek aja tuh, karena dia juga lagi uing-uringan bawaan adik bayi. pas saat ngelahirin adik bayiku itu, ibuku sakit keras. bahkan sampai pingsan dan dibawa kerumah sakit. sampai dirumah sakit ibuku enggak ada buka mata. dia di operasi tanpa sadar. dan adikku yang lahir juga tidak pernah membuka matanya, bahkan tidak bersuara. sehari kemudian adikku meninggal dan ibuku sangat sedih. akupun ikut sedih. tapi aku bersyukur karena ibu kembali perhatian ke aku seperti dulu setelah melahirkan adikku itu.

hari-hariku merasa seperti disayang lagi setelah kejadian itu. dan itu cuma berlangsung tiga bulan. karena ibuku sekarang hamil lagi . dan seperti biasa bawaan bayi, dia menjadi tidak terlalu peduli denganku. akupun menjadi sering bermain diluar bahkan sampai lewat maghrib. dan syukurlah kali ini adikku selamat. namun satu hal, aku tidak bisa bermain lagi karena aku harus menjaga adikku itu saat ibu masak dan lain sebagainya. aku hanya menghabiskan waktu dengan si kecil , kalopun bermain juga harus bawa si kecil. teman-teman enggak ada yang mau main dirumahku karena mereka tahu tak bisa mengajakku keluar.  hari-hariku menjadi membosankan. dan aku merasa kehilangan duniaku.

dirumah kami tidak ada anak laki-laki. ketiga2nya adalah perempuan. dan kau tahu ? ibuku sangat menginginkan anak laki-laki. sebenarnya bukan itu masalahku. karena dirumah semua anak perempuan. hanya aku merasa ada yang terlalu disayangi dan tidak terlalu di sayangi. kalaupun ada yang sering dimarahin juga aku, karena emang suka bikin masalah. apa kalian tahu? tentunya membuat masalah agar mereka memperhatikanmu. tidak !!!! mereka akan selalu menganggapmu sebagai biang keladi masalah. sekali di cap suka bikin masalah akan selalu begitu. dan aku benci berada ditengah keluarga. aku semakin jauh dengan ibuku dan tidak dekat dengan siapapun kecuali handphoneku. dan aku mendapatkan pacar pertamaku ketika di kelas dua smp. dan sejak aku jarang ngomong sama mereka dan terlihat sibuk sendiri dengan sekolah dan ekskul. ya iyalah karena disana aku bisa lebih behagia ( dan ini pemikiran anak smp ).

ibuku menjadi suka mencari sesuatu yang kalo dia cari gak bakal ketemu. dia jadi curiga aku ada sesuatu. biasalah seorang ibu pasti akan lebih perhatian ketika anaknya sudah remaja. apalagi ada yang titip salam dan ibuku tahu. aku menjadi tertutup ketika sering dimarahi, karena itu aku sangat menjaga apapun karena tidak ingin dimarahi. disaat aku tidak butuh perhatian mereka, mereka menjadi sangat kepo. dan aku sudah terlalu tenang dengan hari-hariku disekolah dan pacarku itu. karena dia aku merasa seperti disayang, diperhatikan, ada yang mendengarkan, dan aku seperti hidup. aku merasa ingin bernafas selamanya.

kami pacarang diam-diam . dan sampai sekarang ibuku tidak pernah tahu. dan tak tahu kenapa ibuku menjadi sering ngasih nasehat dan tiap hari mengingatkanku untuk tidak pacaran. mungkin ibuku tahu atau ia punya feeling. karena perasaan seorang ibu terhadap anaknya sangat kuat. setiap hari dia seperti sayang padaku lebih dari dulu. dan aku tahu ibuku tidak akan mengizinkan aku pacaran . karena aku pernah melihat dia memarahi kakak yang ketahuan pacaran ketika masih SMP dengan sangat marah. aku tentunya sangat trauma melihat itu.

akhirnya aku memutuskan untuk memutuskan pacarku ini. dan ibuku juga tidak pernah tahu ini. karena aku tidak ingin dimarahi dan juga aku sayang ibuku , aku tak ingin membuatnya terluka. aku percaya apapun yang dilarangnya pasti untuk kebaikanku.

tidak tahu kenapa sejak aku memutuskan pacarku , hari2ku lebih sepi dari biasanya. aku lebih pendiam . itu semua karena aku kehilangan tempat bicara dan teman sekaligus sahabat . dia tentunya tidak pernah terima untuk keputusan sebelah pihak itu. dan aku tidak punya alasan untuk dapat kembali. aku tidak pernah punya teman bicara lebih dekat selain dia. tidak ibuku, tidak kakakku, tidak siapa-siapa.

setelah lulus dari SMP aku tahu jikapun aku tetap sekolah disini keadaannya juga akan seperti itu. aku memutuskan untuk sekolah jauh dari rumah . sehingga jelas aku memang sendiri dan jauh dari mereka mungkin mereka akan lebih perhatian. ya memang, ibuku menjadi sangat peduli dan ketika kelas tiga SMA hampi setiap bulan mengunjungiku. sering menelpon dan aku merasa hidup. aku sudah tak apa dengan kehilangan pacarku yang dulu.

tapi ketika aku kuliah tentunya aku bukan seorang remaja SMA lagi. ibuku mungkin sudah menganggap aku seperti orang dewasa. ya iyalah emang udah dewasa. sangat jarang telepon, kalo aku nggak menelpon dia. semuanya kembali seperti sepi, sunyi. dan aku merasa kehilangan... mungkin aku memang ketergantungan dengan seseoarang. jika dengan sahabat biasanya "yella", kalo dirumah dengan ibu dan kakak. mungkin aku termasuk orang yang sangat butuh dengan perhatian dari orang lain. aku tidak bisa hidup tanpa perhatian. mungkin inilah sifatku yang sangat buruk. karena ketergantungan dengan seseorang. aku tidak biasa hidup tanpa perhatian. entahlah aku juga tidak mengerti ini semua. ketika dikampus aku cenderung ingin tidak terlalu dekat dengan seseorang. karena aku pasti akan cemburu jika dia bersama orang lain entah itu sahabat atau apalah. intinya aku hanya bisa dekat dengan satu orang entah itu pacar atau sahabat.  dan sekarang aku benar-benar memilih untuk dekat dengan siapapun karena aku cenderung ketergantungan.

ketika dekat dengan ibuku. aku ketergantungan sama dia, aku bisa kelepasan ngomong atau nakal ketika dengan ibuku. karena aku merasa aku bebas sama dia. dan akhirnya aku sering buat ibu sakit hati dengan ucapan ataupun ulahku. entahlah,,, itu kebiasaan burukku. siapa yang dekat denganku pasti akan mengetahui hal yang paling buruk ini. karena itu timbul seiring dengan semakin dekatnya aku dengan dia. so, itulah kesalahanku. aku memang bukan anak yang baik seperti yang ibuku harapkan. dan aku sangat sedih karena aku sulit mengubah ini. mengapa aku sangat ketergantungan. karena selalu ingin diperhatikan sama ibuku. entahlah mungkin ini akan berhenti ketika aku menemukan tempat bergantung selain ibuku. mungkin. dan sekarang aku berusaha untuk menghilangkan kebodohanku ini. aku akan mencoba untuk dewasa . karena tidak selamanya aku harus meminta untuk diperhatikan oleh beliau. akulah yang sekarang harus memperhatikannya.

Mengenai Saya